HASIL WAWANCARA
TOKOH DAN PUSAT TAREKAT SUMATERA UTARA
DISUSUN
Oleh :
Dosen Pengampu :
Dr. Ja’far, M.A
FISIKA
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN SUMATERA UTARA
T.A 2017
A.
Waktu dan Tempat Wawancara
Kegiatan wawancara ini dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal :
Selasa / 13 Juni 2017
Pukul :
15:00 WIB- Selesai
Tempat :
Marendal. Kecamatan Patumbak
B.
Narasumber
Nama :
Ahmad Syukri Spd.i
Tempat, tanggal lahir :
Binjai, 8 Februari 1978
Alamat :
Marendal. Kecamatan Patumbak
C.
Transkip Hasil Wawancara
Pewawancara :
Assalamualaikum, Ustadz.
Narasumber : Ya, Waalaikumsalam.
Pewawancara : Disini
saya bernama Asnitha Aritonang, dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Disini kami ada tugas, yaitu bertema tentang Tasawuf, jadi ada beberapa
pertanyaan yang mengenai Suluk. Pertanyaan pertama, boleh tau nama Ustadz
terlebih dahulu?
Narasumber : Nama saya Ahmad Syukri Spd.i
Pewawancara :
Tempat tanggal lahir Ustadz?
Narasumber : Lahir di Binjai, 8 Februari 1978.
Pewawancara :
Pertanyaan selanjutnya Ustadz, apa anggota Suluk yang anda ikuti?
Narasumber : Suluk yang pernah saya ikuti yaitu namanya Suluk Tarekat Naqsabandiyah,
di Bagus Salam. Kecamatan Padang Polong. Kabupaten Langkat.
Pewawancara : Meditasi
Suluk Sunan dan latar belakang pendirinya itu apa Ustadz?
Narasumber : Meditasi Suluk Sunan itu adalah sebuah komunitas pecinta perjalanan
spiritual yang sangat merindukan atas kedamaian dan kebahagiaan hidup, dan
tidak hanya di duniawi tetepi juga di ughrawi. Komunitas ini berlatar belakang
karena banyaknya penyakit-penyakit mental yang terjadi di tengah-tengah
masyarakat.
Pewawancara : Setelah
ustadz menjadi anggota suluk, apa ada buku panduan atau rujukan bagi anggota
Suluk?
Narasumber : Didalam memasuki dunia per Sulukan itu ada rujukan atau panduan
dimana setiap anggota Suluk yang memasuki tarekat, ada namanya panduan adap
yang berisi tentang 21 (duapuluh satu) adap-adap ketika kita bersuluk di
dalamnya.
Pewawancara :
Apa ada keuntungan dari menjadi anggota Suluk, Ustadz?
Narasumber : Yang jelas, kita akan lebih dekat dengan Allah SWT. dan lebih
tenang dalam menghadapi ibadah kepada Allah dan apapun kegiatan keduniaan kita,
kita selalu dekat berdzikir kepada Allah SWT.
Pewawancara :
Model meditasi seperti apa yang menurut Ustadz ketahui?
Narasumber : Yang jelas, modelnya itu ketika memasuki dunia per Sulukan ada,
pertama massa lamanya bersuluk itu ada yang dia sistem 10 hari, sistem 20 hari,
dan sistem 40 hari. Modelnya pertama seorang yang akan memasuki dunia
persulukan dia harus menjalani Tarekat. Tarekat itu dia harus melapor kepada
guru mursid atau tuan Gurunya untuk mengambil Tarekat dan dia di Wareat,
setelah itu dia diharuskan mandi sunah Taubat dan dilanjutkan dengan mandi
sunah Wudhu, setelah itu dia baru memasuki dunia persulukan dimana didalam
dunia memasuki persulukan ini dia tidak dibenarkan untuk berinteraksi dengan
dunia luar dan yang dikonsumsinya atau yang dimakannya itu haruslah semua serba
mutih bahasanya, tidak boleh yang mengandung minyak, mengandung hal-hal yang
tidak dibenarkan untuk dimakan. Hanya nasi putih dengan ikan yang dipakai kuah
yang serba putih yang tidak ada minyak.
Pewawancara :
Lalu apa perbedaan Tazkia al-nafs dengan ma’rifah al-nafs
?
Narasumber : Kalau Tazkiah al-nafs itu membersihkan jiwa bagaimana dia dapat
memperbaiki dirinya dan menumbuhkembangkan kecintaannya, kedekatannya kepada
Allah SWT. Sedangkan ma’rifah al-nafs itu mengenal diri atau mengenal
Allah SWT. Dengan kita mengenal Allah insyallah
kita akan lebih mengenal siapa diri kita sebenarnya.
Pewawancara : Lalu,
apa program Suluk terbatas hanya untuk kalangan tertentu, misalnya untuk
orang-orang tua saja?
Narasumber : Tidak. Persulukan ini tidak hanya untuk orang yang sudah tua. Akan
tetapi, apabila dia sudah dikategorikan menurut hukum islam dia sudah balig dan
berakal baik laki-laki ataupun wanita. Dia diperbolehkan untuk mengikuti
persulukan ini sepanjang dia dapat membagi waktunya, dapat menyesuaikn dirinya,
sehingga dia disa dapat masuk kedunia persulukan ini.
Pewawancara :
Baiklah, terimakasih Ustadz. Sekian dari pertanyaan saya.
Narasumber : Iya, Sama-sama.
Pewawancara :
Wassalamualaikum wrrohmatullahi wabarohkatuh.
Narasumber : Walaikumsalam warrohmatulohi wabarohkatuh.
D.
Kesimpulan
Untuk memasuki dunia persulukan harus menjalani Tarekat terlebih
dahulu. Dengan melapor kepada guru mursid atau tuan Gurunya untuk mengambil
Tarekat dan dia di Wareat, setelah itu dia diharuskan mandi sunah Taubat dan
dilanjutkan dengan mandi sunah Wudhu, setelah itu dia baru memasuki dunia
persulukan dimana didalam dunia memasuki persulukan ini dia tidak dibenarkan
untuk berinteraksi dengan dunia luar.
E.
Lampiran
(Foto Ustdz Ahmad Syukri Spd.i setelah wawancara)

Komentar
Posting Komentar