TEKNIK PENULISAN LAPORAN ILMIAH
DISUSUN
KELOMPOK
6
Fadli Efendi Siregar NIM : 0705162014
Ariski NIM : 0705162028
Asnitha
Aritonang NIM : 0705162018
Nita Zahra Nasution NIM : 0705163024
Isma Hidayati NIM : 0705162008
Fitriyani Sagala NIM : 0705163033
Endang Sagita Ritonga NIM : 0705162011
FISIKA
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN SUMATERA UTARA
T.A 2016/2017
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan hidayah Allah swt
kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya. Makalah ini berisikan Teknik
Penulisan Laporan Ilmiah.
Selawat serta
salam semoga senantiasa tercurah untuk junjungan kita Nabi besar Muhammad saw,
beserta keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman, dengan diiringi upaya
meneladani akhlaknya yang mulia.
Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman dan juga
berguna untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Makalah ini kami
akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangat
kurang. Oleh karena itu, kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Medan,
17 April 2017
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG 1
1.2 RUMUSAN MASALAH 1
1.3 TUJUAN MAKALAH 1
1.4 METODE PENULISAN 2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 HAKIKAT DAN KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH 3
2.1.1
Hakikat
Karya Ilmiah 3
2.1.2
Karakteristik
Karya Ilmiah 6
2.2 PERSIAPAN PENULISAN KARYA
ILMIAH 8
2.2.1
Langkah-langkah
Persiapan Penulisan Karya Ilmiah 8
2.2.2
Mengumpulkan
Informasi untuk Penulisana Karya Ilmiah 10
2.2.3
Teknik
Menulis dan Kemampuan Berfikir Ilmiah 11
2.3 MENULIS KARYA ILMIAH 11
2.3.1
Sistematika
dan Cara Penyusunan Laporan Penelitian 11
2.3.2
Pengetikan
Naskah 14
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 16
3.2 Saran 16
DAFTAR
PUSTAKA 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Menulis Karya ilmiah adalah suatu
keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai latihan menulis. Hasil
pemikiran, baik konseptual maupun yang empiric, tidak banyak berguna jika tidak
disebarluaskan. Meskipun beragam cara dapat digunakan untuk menyebarluaskan hasil
pemikiran tersebut, media yang banyak digunakan untuk mengomunikasikannya
adalah media cetak atau dengan kata lain melalui tulisan. Makin efektif tulisan
yang dibuat, makin tinggi kemungkinan tulisan dipahami pembaca.
Untuk menghasilkan tulisan yang efektif
tentu dibutuhkan keterampilan teknik menulis yang memadai. Dengan cara mengemas
ide dalam bentuk tulisan sedemikian rupa sehingga orang yang membaca tulisan
tersebut dapat menangkap ide yang disampaikan dengan benar.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1
Bagaimana
hakikat dan karakteristik karya ilmiah ?
1.2.2
Apa persiapan
dalam penulisan karya ilmiah ?
1.2.3
Bagaimana
sistematika dan cara penyusunan laporan penelitian ?
1.3
TUJUAN MAKALAH
Tujuan penulisan
makalah ini untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia. Dan
untuk lebih memahami :
1.3.1
Hakikat
dan karakteristik karya ilmiah
1.3.2
Persiapan
penulisan karya ilmiah
1.3.3
Menulis
karya ilmiah
1.4
METODE PENULISAN
Metode penulisan
yang digunakan dalam pembatan karya ilmiah ini adalah metode perpustakaan, dari
sumber buku yang berkaitan, dan pengambilan dari pertemuan seminar.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 HAKIKAT DAN
KARAKTERISTIK KARYA ILMIAH
Karya
ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan
masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan
menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti
empiric.[1]
Maksudnya, karangan tersebut harus menyampaikan pesan-pesan atau ilmu
pengetahuan yang masuk akal atau rasional. Salah satu ciri keilmiahan sebuah
karangan adalah logis (masuk akal). Karangan yang tidak logis hanyalah
imajinasi atau khayalan pengarang.
Selanjutnya, karangan ilmiah itu harus sistematis. Karangan
sistematis minimal harus dimulai dengan pendahuluan, lalu pembahasan, dan
diakhiri dengan penutup atau simpulan. Sesuatu bisa dikatakan ilmu apabila
diteliti menggunakan metodologi, ditulis secara sistematis, dan menggunakan
bahasa ragam baku.[2]
2.1.1 Hakikat Karya Ilmiah
a. Ciri-ciri Tulisan Ilmiah
1)
Menyajikan
fakta objektif secara sistematis.
2)
Ditulis
secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan.
3)
Disusun
secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual,
dan procedural.
4)
Menyajikan
penalaran sebab-akibat.
5)
Mengandung
pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan hipotesis.
6)
Ditulis
secara tulus, hal ini berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran factual
sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya
ilmiah tidak boleh memanipulasi data/fakta.
b. Langkah-langkah dalam Membuat Tulisan Ilmiah
1)
Menentukan
Topik
Topic
adalah pokok pembicaran. Melalui pokok pembicaran, penulis menempatkan tujuan
yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Syarat-syarat
pemilihan topic:
a)
Menarik
perhatian pembaca
b)
Diketahui
dan dikuasi oleh penulis
c)
Harus
cukup sempit dan terbatas
d)
Tidak
terlalu baru, teknis, atau controversial
Ciri khas topic terletak pada permasalahan yang bersifat umum dan
belum terurai. Contoh: putus sekolah, pengangguran, kenaikan harga, polusi.
2)
Memilih
tema
Tema
adalah pesan utama yang disampaikan oleh penulis. Pesn utma dapat diketaui
setelah pembaca selesai pembaca suatu tulisan. Untuk menyusun tema, ada dua
unsure yang perlu diketahui, yaitu tpik atau pokok pembicaraan dan tujuan.
Tema dapat juga
diartikan sebagai rumusan topic yang dijadikan landasan dan tujuan pembicaraan.
Dengan demiian, dapat dikatakan bahwa tema merupakan pengungkapan maksud dan
tujuan.
3)
Merumuskan
Masalah
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia masalah adalah sesuatu yang harus
diselesaikan atau dipecahkan. Selain itu, masalah dapat diartikan sebagai
penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Selain itu, masalah
diartikan pula sebgai suatu kesenjangan antara yang diharapkan dengan yang
terjadi (kenyataan). Bahkan, ada pula yang menyatakan masalah sebagai suatu
kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau sebaliknya mendatangkan
keuntungan. Masalah dapat ditemukan melalui observasi, survey, wawancara,
pelaksanaan proses kegiatan, dn kajian
pustaka.
Apabila
penulis menemukan beberapa masalah dalam sebuah cakupan topic maka perlu
dilakukan kajian untuk ditentukan masalah utama dengan memperhitungkan
penguasaan teoritis dan metodologis, fasilitas yang tersedia, kemudian
memperoleh data, dan tingkat kepentingan masalah yang diteliti.
4)
Menetapkan
Judul
Judul
adalah nama atau title dari sebuah karya tulis. Jika dibandingkan dengan topic,
judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variable
yang akan dibahas. Judul tidak harus sama dengan topic. Judul sebaiknya member
gambaran tentang masalah secara jelas, menrik perhatian pembaca, dan
menggelitik keingintahuan pembaca aka nisi keseluruhan suatu tulisan. Yang
harus diperhatikan dalam pemilihan judul adalah menggambarkan isi, singkat dan
jelas, berupa frasa atau klausa dan menarik.
5)
Menyusun
Kerangka ( outline )
Kerangka
tulisan rencana teratur pembagian dan penyusunan gagasan. Fungsi utama kerangka
tulisan adalah mengatur hubungan diantara gagasan-gagasan yang ada. Ada dua
macam kerangka tulisan, yaitu mencegah penulis keluar dari sasaran yang telah
ditetapkan dan membantu penulis mengatur atau menempatkan klimaks yang
berbeda-beda di dalam tulisannya.
Kerangka
tulisan secara garis besar terdiri atas pembuka, isi, dan penutup. Pembuka
berfungsi menyampaikan pokok masalah, latar belakang masalah, dan ruang
lingkup, sedangkan bagian isi menyajikan analisis data, contoh, dan analisis
masalah. Penutup merupakan bagian akhir sebuah penyajian sebagai penanda bahwa
karya tulis yang dibuat telah selesai. Bgin ini dapat berupa simpulan jika
berisi analisis, kajian, atau telaah, atau berupa rangkuman dan evaluasi jika
merupakan pelaksanaan kegiatan.[3]
c. Tujuan Penulisan Karya Ilmiah
Tujuan
Penulisan Karya Ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas
dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti
perlomban, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan/ hasil penelitian.[4]
d. Fungsi/manfaat Penulisan Karya Ilmiah
1)
Melatih
untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif.
2)
Melatih
untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber.
3)
Meningkatkan
dengan kegiatan perpustakaan.
4)
Meningkatkan
pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis.
5)
Memperoleh
kepuasan intelektual.
6)
Memperluas
cakrawala ilmu pengetahuan.
7)
Sebagai
bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.[5]
2.1.2 Karakteristik Karya Ilmiah
Ada beberapa karakteristik karya ilmiah yang perlu
diketahui:
Pertama, karya
ilmiah harus menyajikan pengetahuan berupa gagasan dan bersifat pemecahan
masalah. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak aka nada karya ilmiah tanpa
adanya masalah. Masalah dalam karya ilmiah boleh berupa fenomena yang ada atau
dibuat oleh penulis. Karena itu, pada setiap karya ilmiah harus ada latar
belakang masalahnya sebagai penyebab munculnya masalah-masalah yang akan
dibahas dalam karya ilmiah tersebut.
Kedua, pengetahuan
yang disajikan dalam karya ilmiah penelitian harus berdasarkan data empiris,
sedangkan karya ilmiah konseptual harus berdasarkan konsep-konsep atau argument
dan teori-teori yang telah diakui kebenarannya.
Ketiga, ciri
karya ilmiah adalah obyektif. Obyektif disini adalah jujur apa adanya dalam
arti tidak dibuat-buat atau dimanipulasi sesuai dengan fakta yang ada dalam
penulisannya.
Keempat, menggunakan
bahasa ragam baku dan menggunakan banyak istilah teknis. Istilah teknis adalah
istilah-istilah khusus keilmuan ertentu, seperti ilmu kedokteran mempunyai
istilah-istilah khusus yang tidak bisa digunakan pada ilmu lain.
Kelima, menggunakan
sistematika yang telah ditentukan. Sistematika penulisan karya ilmiah di setiap
lembaga sama mengikuti aturan yang telah ditentukan. Dengan demikian, ditingkat
universitas biasanya ada pedoman dan di tingkat fakultas ada paduan penulisan
karya ilmiah.
Bahasa mempunyai
peranan penting dalam karya ilmiah. Mungkin semua bahasa terdiri atas berbagai
ragam, diantaranya ragam baku dan ragam popular. Kedua raga mini biasa
digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan keduanya dapat menjadi identitas
karya ilmiah, yakni karya ilmiah baku dan karya ilmiah popular. Bahasa baku
adalah bahasa yang distandarisasikan sebagai acuan baik dan benarnya bahasa
tertentu. Sedangkan bahasa popular adalah bahasa yang biasa digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.[6]
2.2 PERSIAPAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Menulis karya ilmiah merupakan proses pribadi yang sangat intensif
dan memerlukan dukungan berbagai keterampilan, seperti keterampilan menyusun
gagasan secara runut, ketermpilan penalaran logic, ketermpilan berbahasa,
keterampilan penelusurn pustaka dan bahan tulisan lainnya dan sebagainya.
Penulisan karya ilmiah secara sistematis, disarankan mengikuti lima langkah
yaitu : Pertama, persiapan. Kedua, pengumpulan data, informasi,
dan bahan tulisan. Ketiga, pengembangan outline untuk tulisan. Keempat,
proses penulisan. Kelima, proses penyuntingan.
2.2.1 Langkah-langkah Persiapan Penulisan Karya Ilmiah
Langkah pertama
yang harus dilakukan adalah bekerja sesuai jadwal. Jalan terbaik untuk memulai
menulis dlah mengikuti tahap atau langkah-langkah yang sudah dibuat untuk
mencapai sasaran demi sasaran jangka pendek, dan memfokuskan konsentrasi. Pada dasarnya,
hal terpenting yang harus dipikirkan adalah pemilihan topic. Untuk
memperoleh topic yang diinginkn hal-hal yang patut dipertimbangkan adalah:
menentukan topic/masalah, mengidentifikasi pembaca tulisan, dan menentukan
cakupan materi tulisan.
a.
Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Pemilihn topic untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara
merumuskan tujuan, menentukan topic dan melakukan penelusuran terhadap topic
tersebut. Dengan melkaukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan
topic atau permaslahan yang jelas dan spesifik.[7]
1)
Merumuskan
Tujuan
Perumusan masalah merupakan hal yang utama dari penelitian yang
merupakan alas an mengapa penelitian diperlukan, dan petunjuk yang mengarahkan
tujuan penelitian. Perumusan masalah harus disertai dengan latar belakang
masalah. Latar belakang masalah adalah segala informasi yang diperlukan untuk
memahami perumusan maslah yang disusun oleh peneliti.
Rumusan masalah sebaiknya dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:
a)
Masalah
biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
b)
Rumusan
masalah hendaknya jelas dan padat
c)
Rumusan
masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
d)
Rumusan
masalah harus merupakan dasar untuk membuat hipotesis.
e)
Masalah
harus menjadi dasar bagi judul penelitian.[8]
b.
Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Setelah
diperoleh topic yang definitive untuk dikembangkan lebih lanjut, langkah
berikutnya yang harus dilkukan pada tahap persiapan penulisan adalah
mengidentifikasi calon pembaca tulisan. Salah satu ciri tulisan yang efektif
adalah membntu pembacanya mengerti sesuatu yang diuraikan di dalamnya. Dengan
caara menyampaikan pesan yang ditulis agar mudah dipahami oleh pembaca.
Mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan tersebut. Hal ini
penting karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca,
akan mempermudah dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaiannya.
2.2.2
Mengumpulkan Informasi untuk Penulisana Karya Ilmiah
Tiga sumber utama yang dapat di
manfaatkan sebagai sumber data atau informasi adalah perpustakaan, wawancara
langsung atau lewat kuesioner dan pengetahuan yang dimiliki penulis sendiri.[9]
a.
Membuat Kutipan
Kutipan adalah bagian pernyataan, pendapat, buah pikiran, definisi,
rumusan, atau hasil penelitian dari penulis lain atau penulis sendiri yang
telah didokumentasikan. Kutipan-kutipan berfungsi sebagai bahan bukti untuk
menunjang pendapat penulis. Penggunaan kutipan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1)
Menegaskan
isi uraian
2)
Membuktikan
kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat penulis
3)
Memperlihatkan
kepada pembaca materi dan teori yang digunakan penulis
4)
Mengkaji
interpretasi penulis terhadap bahan kutipan yang digunakan penulis
5)
Menunjukkan
bagian atau aspek topic yang akan dibahas, dan
6)
Mencegah
pengguanaan dan pengakuan bahan tulisan orang lain sebagai milik sendiri
(plagiat)
Fungsi penyebutan sumber adalah:
1)
Sebagai
penghargaan terhadap penulis yang dikutip karya atau pendapatnya
2)
Sebagai
aspek legalitas untuk izin penggunan karya penulis yang dikutip, dan
3)
Sebagai
etik dalam masyarakat ilmiah dan akademis.
2.2.3 Teknik Menulis dan Kemmpuan Berfikir Ilmiah
Proses penulisan
karya ilmiah memerlukan tahapan telaah dan evaluasi yang menyeluruh terhadap
konsep pemikiran atau hasil yang pernh dilakukan dan ditemukan dalam bidang
yang akan kita tulis.
Secara ringkas
dapat dikatakan bahwa hubungan menulis dengan berfikir ilmiah terletak pada
kesamaan antara persyaratan untuk menghasilkan tulisan yang layak
disebarluaskan dengan persyaratan dalam berfikir ilmiah. Keduanya menuntut
kejernihn berfikir,akurasi, dan kemampuan menulis yang baik akan juga memiliki
kemampuan berfikir ilmiah yang baik.[10]
2.3 MENULIS KARYA ILMIAH
2.3.1 Sistematika dan Cara Penyusunan Laporan Penelitian
Secara umum,
sistematika suatu laporan penelitian yang lengkap terdiri dari 3 bagian pokok,
yaitu: bagian pembuka, baian inti, dan bagian penutup.
a.
Bagian Pembuka
Bagian pembuka sebuah laporan penelitian lengkap harus mengandung
komponen-komponen berikut ini.
1)
Judul
2)
Halaman
judul
3)
Halaman
pengesahan
4)
Halaman
penerimaan
5)
Kata
pengantar
6)
Abstrak
7)
Daftar
isi
8)
Daftar
table
9)
Daftar
grafik, bagan atau skema
10)
Daftar
singkatan dan lambang.
Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan penelitian
merupakan tulisan berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam
jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka
tersebut digunakan.
b.
Bagian inti
Bagian inti merupakan menyajikan atau mengomunikasikan informasi
ilmiah yang ingin disampaikan. Pada bagian inti inilah seluruh komponen
pendahuluan, kajian pustaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil
dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap.
1)
Pendahuluan
Pendahuluan merupakan tulisan yang disusun untuk memberikan
orientasi kepada pembaca mengenai isi laporan penelitian yang akan dipaparkan,
sekaligus perspektif yang diperlukan oleh pembaca untuk dapat memahami
informasi yang akan disampaikan.
2)
Kajian
Pustakan dan kerangka teori
Kajian pustaka
mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah
dilakukan pada topic yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap
pustaka tersebut, peneliti dapat membatasi masalah dan ruang lingkup
penelitian, serta menemukan variable penelitian yang penting dan hubungan antar
variable tersebut.
3)
Metodologi
penelitian
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara rinci mengenai desain
penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis
data, serta kelemahan penelitian.
4)
Hasil
dan pembahasan
Hasil dan pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah
tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis
data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang
telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
5)
Simpulan
dan saran
Simpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevasinya
dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Simpulan diperoleh dari uraian
analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis
dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan
pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang
dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian
simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai
penelitian lanjut yang dapat dilakukan.
c.
Bagian Penutup
Bagian penutup pada umumnya terdiri dari daftar pustaka, lampiran
serta daftar indeks dan atau glosarium.
1)
Daftar
Pustaka
Daftar pustaka merupakan hal yang wajib dicantumkan. Daftar pustaka
yang dimasukkan adalah hanya yang segnifikan dan terkait dengan penelitian,
baaik dalam bentuk bahan cetakan, elektronik atau seminar. Daftar pustaka yang
disusun sesuai standar internasional yang paling banyak digunakan, yaitu
standar dari Association of American Psychology (APA).
2)
Lampiran
Lampiran dapat berupa table, gambar, peta, bagan, instrumen
penelitian, seperti kuesioner atau daftar checklist untuk observasi, dan
bentuk lain yang terkait dengan penjelasan yang telah dipaparkan dalam bagian
inti laporan.
3)
Indeks
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang terdapat pada laporan.
Penulisan indeks harus berkelompok berdasarkan abjad awal kata atau istilah
yang akan dituliskan. Penulisan indeks ditujukan agar pembaca dapat dengan
cepat mencari istilah atau kata-kata khusus yang terdapat dalam laporan. [11]
2.3.2
Pengetikan Naskah
Pengetikan dilakukan pada suatu muka
kertas, tidak timbale balik dalam kertas dengan ukuran kuarto/A4 80 gr. Adapun
ukuran pengetikan adalah:
-
Pias
atas 4 cm
-
Pias
kiri 4 cm
-
Pias
bawah 3 cm
-
Pias
kanan 3 cm
Margin kanan diusahakan lurus, tetpi tetap memperhatikan
pemenggalan kata yang sesuai dengan kaidah penyukuan.
Halaman bertajuk, seperti kata pengantar, daftar isi, bab-bab isi,
dan daftar pustaka, dikosongkan ¼ teks sehingga teks yang bertajuk tidak
dimulai dari margin atas 3 cm, tetapi diturunkan ¼ teks sehingga + akan menjadi
8 cm. tajuk yang merupakan judul ini ditulis secara centring dan selalu
dimulai di halaman baru.
Jarak pengetikan antar baris adalah 2 spasi. Jarak antara tajuk bab
dengan uraian dan antara tajuk bab dengan sub-bab 2x2 spasi. Adapun jarak
antara sub-bab dengan baris pertama teks adalah 2 spasi. Baris terakhir teks
dengan tajuk sub-bab berikutnya 3 spasi. Demikian juga, jarak antara teks dan contoh
table, baagan, diagram maupun gambar.
Kutipan langsung yang kurang dari 4 baris dimasukkan dalam teks
dengan jarak 2 spasi, sedangkan kutipan langsung yang terdiri dari 4 baris atau
lebih diketik terpisah, menjorok lima ketukan dengan jarak 1 spasi.
a.
Angka yang digunakan
1)
Angka
romawi kecil ( i, ii, iii, iv dst.) digunakan untuk menomori halaman judul
bagian dalam, kata pengantar, daftar isi, daftar table.
2)
Angka
romawi besar ( I, II, III, dst.) digunakan untuk menomori tajuk bab, seperti
pendahuluan dan bab-bab isi serta penutup.
3)
Angka
Arab ( 1, 2, 3, dst.) digunakan untuk menomori halaman-halaman naskah.
b.
Penomoran Sub-bab
Sub-bab dinomori dengan angka arab sistem digital. Angka terakhir
dalam digital ini diberi titik (1.1, 1.2.1). dalam hubungan ini, angka digital
tidak bileh lebih dari tiga angka, sedangkan penomoran selanjutnya menggunakan
a, b, c, dst kemudian 1), 2), 3), dst.[12]
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Karya ilmiah adalah suatu
keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai latihan menulis. Hasil
pemikiran, baik konseptual maupun yang empiric, tidak banyak berguna jika tidak
disebarluaskan. Meskipun beragam cara dapat digunakan untuk menyebarluaskan
hasil pemikiran tersebut, media yang banyak digunakan untuk mengomunikasikannya
adalah media cetak atau dengan kata lain melalui tulisan. Makin efektif tulisan
yang dibuat, makin tinggi kemungkinan tulisan dipahami pembaca.
Untuk menghasilkan tulisan yang
efektif tentu dibutuhkan keterampilan teknik menulis yang memadai. Dengan cara
mengemas ide dalam bentuk tulisan sedemikian rupa sehingga orang yang membaca
tulisan tersebut dapat menangkap ide yang disampaikan dengan benar.
Menulis karya ilmiah ada beberapa langkah-langkah persiapan
penulisan, yaitu; Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah, mengidentifikasi
pembaca tulisan, dan menentukan cakupan materi tulisan.
3.2
SARAN
Demikian yang dapat saya paparkan
mengenai materi yang menjadi pokok pembahasan dalam makalah ini, tentunya masih
banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis berharap para pembaca
bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan penulisan makalah dikesempatan berikutnya. Semoga makalah
ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Anggaraini,
Asih. dkk. 2006. Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi.Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Jauhari, Heri.
2013. Terampil Mengarang Dari Persiapan Hingga Presentasi Dari Karangan
Ilmiah Hingga Sastra.Bandung: Nuansa Cendekia.
Lubis, Ade
Fatma. 2016. Metode Penelitian Akuntansi dan Format Penulisan Tesis. Medan:
USU Press.
Nasution, Tulus
Ikhsan.(2017). Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Prodi Fisika
Fakultas Saintek UIN-SU. Medan
Wardani, I.G.A.K.,
dkk. 2007. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka.
[1] I.G.A.K.
Wardani, dkk. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka,
2007. Hal 1.16
[2] Heri Jauhari. Terampil
Mengarang Dari Persiapan Hingga Presentasi Dari Karangan Ilmiah Hingga Sastra.Bandung:
Nuansa Cendekia, 2013. Hal 98
[3] Asih
Anggaraini, dkk. Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi.Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2006. Hal 125-126
[4] Ibid. Hal 1.16
[5] Tulus Ikhsan
Nasution.(2017). Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Prodi Fisika
Fakultas Saintek UIN-SU. Medan
[6] Ibid. Hal 110
[7] Ibid. Hal
2.2-2.5
[8]Ade Fatma
Lubis. Metode Penelitian Akuntansi dan Format Penulisan Tesis. Medan:
USU Press, 2016. Hal 60
[9] Ibid. Hal 2.17
[10] Ibid. Hal 128
[11] Ibid. Hal
5.19-5.20
[12] Ibid. Hal
131-132
Komentar
Posting Komentar