Langsung ke konten utama

TASWUF "FAKIR DAN SABAR"


KEFAKIRAN DAN SABAR

Nama                      : Asnitha Aritonang
NIM                        : 0705162018
Prodi                       : FISIKA
Fakultas                  : Sains & Teknologi
Semester                 : 2 (Dua)
Peguruan Tinggi     : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Dosen                     : Dr.Ja’far, MA.
Mata Kuliah            : Akhlak Tasawuf

TEMA                    : Kefakiran dan Sabar
Buku 1                    : Gerbang Tasawuf (Dimensi Teoritis dan Praktis Ajaran Kaum Sufi)
Identitas Buku        : Ja’far, Gerbang Tasawuf (Medan: Perdana Publishing, 2016)

Kefakiran (al-faqr)
            Dalam termologi al-Qur’an, istilah fakir berasal dari bahas arab, faqura, yafquru, faqran yang artinya miskin. Istilah faqr bermakna kemiskinan. Dalam bahasa Indonesia, fakir berarti “orang yang sangat berkekurangan, orang yang terlalu miskin, atau orang yang dengan sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin.” Al-qur’an menyebutkan istilah fakir dalam berbgi bentuk sebanyak 14 kali. Dalam al-Mu’jam al-Musfahrasy, Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi menyebutkan bahwa kata fakir disebut dalam berbagai bentuk, seperti al-faqra sebanyak 1 kali, al-faqir sebanyak 3 kali, faqir sebanyak 2 kali, al-fuaqara sebanyak 7 kali, dan faqira sebanyak 1 kali.
            Al-Ghazali menyebutkan dalil-dalil kewajiban dan keutmaan fakir kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din.  Beberapa dalil tentang fakir adalah Q.S. al-Hasyr/59:273. Mengenai makna fakir, al-Kalabazi berkata “fakir adalah orang tidak boleh mencari mata pencharian, kecuali orang itu khawatir tidak mampu melaksnakan tugas keagamaan.” Al-Nuri berkata “fakir adalah orang yang harus bungkam ketika tidak memiliki sesuatu, bermirah hati dan tidak hanya memikirkan diri sendiri jika memiliki sesuatu. Menurut Nasr al-Din al-Thusi, fakir dalam kajian tasawuf adalah “seseorang tidak memiliki kecintaan terhadap kekayaan dan hiasan duniawi, dan jika ia memilikinya maka ia tidak berkeinginan untuk menyimpan dan mengumpulkannya. Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyah, fakir tidak bermakna menafikan kekayaan daan harta, sebab para nabi dan rasul adalah orang-orang kaya dan memiliki kekuasaan, tetapi makna fakir adalah seorang hamba senantiasa memiliki kebutuhan terhadap Allah swt. Dalam keadaan apapun. Hakikat fakir adalah tidak membutuhkan kepada segala hal dan hanya membutuhkan Allah swt. Dalam berbagai keadaan. Menurut Ibn Qudamh, derajat tertinggi dalam fakir adalah seorang salik benci kepada harta (zuhud) dan tidak merasa senang dengan harta (rida).
            Kefakiran itu merupakan salah satu kedudukan spiritual yang mulia. Ibrahim ibn al-Khawwas berkata “kefakiran itu selendang kemuliaan, pakaian para rasul, jubah orang-orang shaleh, mahkota orang-orang ‘arif, harapan para murid, benteng-benteng orang yang ta’at, pejara orang-orang yang berdosa, penghapus kejelekan, pelipat ganda kebaikan, pengangkat derajat, penyampai pada tujuan, ridha-Nya Dzat Yang Maha Kuasa, kemuliaan bagi orang-orang yang baik yang menjadi kekasih-Nya. Kefakiran adalah symbol orang-orang shaleh dan kebiasaan orang-orang yang bertaqwa.

Sabar
            Sabar merupakan maqam atau kedudukan spiritual yang harus dilalui oleh seorang yang menjalani sufi. Didalam Al-qur’an banyak ayat yang memerintahkan manusia agar bersabar dan Allah memuji orang-orang yang bersabar tersebut. Allah berfirman: “hanyalah orang-orang yang bersabar yang akan disempurnakan pahalanya tanpa terbatas” (Q.S. Az-Zumar:10). “Kedudukan spiritual sabar adalah kedudukan spiritual yang mulia” (As-Sarraj 2009: 102). Untuk menguatkan pendapatnya, ia mengemukakan pandangan para sufi tentang sabartersebut. Menurutnya, Al-Junaid pernah ditanya tentang sabar, kemudian ia menjawab: “Sabar ialah memikul semua beban berat sampai habis saat-saat yang tidak diinginkan”. Ibrahim Al-Khawwas berkata: sebagaian besar manusia lari dari memikul beban berat sabar. Kemudian mereka berlindung dari pada berbagai sarana (sebab) dan pencarian, bahkan mereka bergantung padanya seakan-akan sesuatu tersebut yang bisa memberinya. Ada seseorang datang kepada Asy-Syibli dan bertanya: “sabar yang mana yang sangat berat bagi orang-orang yang bersabar. Asy-Syibli menjawab, “sabar pada Allah” (fillah). Orang itu berkata, “tidak”. Asy-Syibli menjawab laagi, “sabar karena Allah” (illah). Ia berkata lagi, “tidak”. Asy-Syibli menjawab lagi, “sabar bersama Allah” (ma’allah). Ia pun berkata, “tidak”. Akhirnya Asy-Syibli marah dan balik bertanya, “celaka kau”, kalau begitu apa? Orang itu menjawab, “sabar dari Allah” (‘anillah).   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RINGKASAN BUKU “GERBANG TASAWUF”

AKHLAK TASAWUF RINGKASAN BUKU “GERBANG TASAWUF DIMENSI TEORETIS DAN PRAKTIS AJARAN KAUM SUFI” DISUSUN Oleh : Asnitha Aritonang       NIM :   0705162018 Dosen Pengampu : Dr. Jafar, MA FISIKA Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUMATERA UTARA T.A 2016/2017 TASAWUF: DEFINISI, HIERARKI, DAN TUJUAN    A.     Definisi Taswuf Dalam kitab Kasyf al-Mahjub, al-Hujwiri telah menjelaskan asal-usul tasawuf. Pertama, istilah tasawuf berasal dari kata al-Shuf , yaitu wol. Disebut sufi karena kaum sufi mengenakan jubah yang terbuat dari bulu domba. Kedua, istilah kata tasawuf berasal dari kata al-shaf , yaitu barisan pertama, yang bermakna bahwa kaum sufi berada pada barisan pertama di depan Tuhan, karena besarnya keinginan merekan terhadap Tuhan, kecenderunga hati mereka terhadap-Nya dan tinggalnya bagian-bagian rahasia dalam diri mereka dihadapannya. Ketiga, istilah tasawuf berasal dari kata ahl al-shuff...

AL-AHWAL; AL-MURAQABAH, AL-KHAUF, AL-RAJA, DAN AL SYAWQ

AL-AHWAL; AL-MURAQABAH, AL-KHAUF, AL-RAJA, DAN AL SYAWQ Nama                      : Asnitha Aritonang NIM                        : 0705162018 Prodi                       : FISIKA Fakultas                   : Sains & Teknologi Semester                 : 2 (Dua) Peguruan Tinggi      : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Dosen                      : Dr.Ja’far, MA. Mata Kuliah             : Akhlak Tasawuf TEMA                     :  ...

TOKOH DAN PUSAT TAREKAT SUMATERA UTARA

HASIL WAWANCARA TOKOH DAN PUSAT TAREKAT SUMATERA UTARA DISUSUN Oleh : Asnitha Aritonang                   NIM :   0705162018 Dosen Pengampu : Dr. Ja’far, M.A FISIKA Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUMATERA UTARA T.A 2017       A.     Waktu dan Tempat Wawancara Kegiatan wawancara ini dilaksanakan pada : Hari / Tanggal              : Selasa / 13 Juni 2017 Pukul                            : 15:00 WIB- Selesai Tempat                         : Marendal. Kecamatan Patumbak       B...